Langsung ke konten utama

aritmatika integer

Aritmatika Integer 
April 04, 2021
1. Cara melakukan konversi bilangan
Konversi Bilangan Desimal ke Biner dan Sebaliknya

Bilangan desimal dapat dikonversikan ke dalam bilangan biner. Ada banyak cara untuk melakukan konversi bilangan dan yang sering digunakan untuk memindah bentuk bilangan adalah “proses sisa”.
Contoh: Konversi bilangan desimal Z(10) = 83 ke bilangan biner Z(2) dibagi dengan basis bilangan baru yaitu 2.

83 : 2 = 41 sisa 1

Sisa 1 ini merupakan digit pertama dari bilangan biner ….xxxx1,. Untuk mendapatkan harga pada digit berikutnya adalah

41 : 2 = 20 sisa 1

Sisa 1 ini menempati digit selanjutnya sehingga bentuk binernya …xxx11 dan seterusnya seperti di bawah ini.



Untuk meyakinkan hasil konversi di atas benar, maka lakukan perhitungan seperti dibawah ini

     = 1. 26 + 0. 25 + 1. 24 + 0.23 + 0.22 +1. 21+ 1. 20

     = 1. 64 + 0. 32 + 1. 16 + 0. 8 + 0. 4 + 1. 2 + 1. 1

        Z(10) = 83

Bilangan biner dapat dikonversikan ke dalam bilangan desimal. Untuk mengubahnya dengan mengalikan masing-masing angka dengan basis yang pangkatnya sesuai dengan tempat masing-masing. Hasil penjumlahan merupakan bilangan desimal yang dicari.

Contoh :

Konversi bilangan biner Z(2) = 10101010 ke bilangan desimal Z(10).


Konversi Bilangan Desimal ke Oktal dan Sebaliknya

Bilangan desimal dapat dikonversikan ke dalam bilangan oktal. Ada banyak cara untuk melakukan konversi bilangan dan yang sering digunakan untuk memindah bentuk bilangan adalah “proses sisa”.

Contoh Konversi bilangan desimal Z(10) = 1059 ke bilangan oktal Z(8)

Untuk meyakinkan hasil konversi di atas benar, maka lakukan perhitungan seperti dibawah ini
    = 2. 83 + 0. 82 + 4. 81 + 3. 80
    = 2. 512 + 0. 64 + 4. 8 + 3.1
    = 1024 + 0 + 32 + 3
       Z(10) = 1059
Bilangan oktal dapat dikonversikan ke dalam bilangan desimal. Untuk mengubahnya dengan mengalikan masing-masing angka dengan basis yang pangkatnya sesuai dengan tempat masing-masing. Hasil penjumlahan merupakan bilangan desimal yang dicari.
Konversi bilangan oktal Z(8) = 4327 ke bilangan desimal Z(10)


Konversi Bilangan Desimal ke Heksadesimal dan Sebaliknya
Bilangan desimal dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal. Ada banyak cara untuk melakukan konversi bilangan dan yang sering digunakan untuk memindah bentuk bilangan adalah “proses sisa”.
Contoh : Konversi bilangan desimal Z(10) = 10846 ke bilangan heksadesimal Z(16)

Untuk meyakinkan hasil konversi di atas benar, maka lakukan perhitungan seperti dibawah ini
    = 2. 163 + 10. 162 + 5. 161 + 14. 160
    = 2. 4096 + 10. 256 + 5. 16 + 14. 1
    = 8192 + 2560 + 80 + 14
    Z(10) = 10846

Bilangan heksadesimal dapat dikonversikan ke bilangan desimal. Untuk mengubahnya dengan mengalikan masing-masing angka dengan basis yang pangkatnya sesuai dengan tempat masing-masing. Hasil penjumlahan merupakan bilangan desimal yang dicari. Berikut contohnya. Konversi bilangan heksadesimal Z(16) = B3C9 ke bilangan desimal Z(10)

Jadi, Z(16) = B3C9 adalah Z(10) = 46025


Konversi Bilangan Biner ke Oktal dan Sebaliknya
Bilangan biner dapat dikonversikan ke dalam bilangan oktal dengan mengelompokkan angka biner menjadi tiga, dimulai dari sebelah kanan kemudian masing-masing kelompok dikonversikan kedalam angka desimal dan hasilnya diurutkan.
Contoh : 11001101(2) = … (8)

Bilangan oktal dapat dikonversikan ke dalam bilangan biner dengan cara memecahkan bilangan oktal tersebut per satuan bilangan kemudian masing-masing diubah ke bentuk biner tiga angka. Misal, mengkonversikan nilai 2, binernya bukan 10 melainkan 010. Setelah itu, hasil seluruhnya diurutkan kembali.
Contoh : 147(8) = … (2)



Konversi Bilangan Biner ke Heksadesimal dan Sebaliknya
Bilangan biner dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal yaitu dengan cara mengambil 4 karakter dari kanan. Jika angka terakhir kurang dari 4 karakter, maka bisa ditambahkan angka 0 untuk mempermudah pengoperasian.
Contoh : Konversi bilangan biner Z(2) = 1110111111010100 ke bilangan heksadesimal Z(16)

Bilangan heksadesimal dapat dikonversikan ke dalam bilangan biner yaitu dengan cara menerjemahkan angka heksadesimal kedalam biner
Contoh : Konversi bilangan heksadesimal(16) ke bilangan biner(2)


Konversi Bilangan Oktal ke Heksadesimal dan Sebaliknya
Bilangan oktal dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal memerlukan dua langkah. Pertama, mengubah sistem bilangan oktal ke sistem bilangan biner kemudian dari bilangan biner diubah ke sistem bilangan heksadesimal.
Contoh : 365(8) = … (16)

Langkah pertama, diubah menjadi biner

 365(8) = 11 110 101 (2)
Kemudian, bilangan biner di atas dikelompokkan setiap 4 digit dimulai dari yang sebelah kanan.

Bilangan heksadesimal dapat dikonversikan ke sistem bilangan oktal, yang pertama harus dilakukan adalah dengan mengkonversikan bilangan heksadesimal terlebih dahulu ke bilangan biner, kemudian baru konversikan ke bilangan oktal. Perlu diingat bahwa huruf-huruf yang ada merupakan nama lain dari angka selain 0 – 9. Maka, huruf C adalah angka 12.
Contoh : Konversikan bilangan heksadesimal ke biner terlebih dahulu :

Kemudian, konversikan bilangan biner 1100 0101 0100(2) ke bilangan oktal



2. Cara melakukan aritmatika integer ( + , - , x, : )

Operasi Operasi pada Aritmatika (Representasi Komplemen dua)
Penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian

Penjumlahan Biner

Contoh Penjumlahan Biner dengan operand lebih dari 1 bit


Pengurangan Biner
Proses pengurangan dapat digunakan dengan metode yang sama pada mesin penambahan , yaitu dengan mengansumsikan bahwa :
A – B = A+ (-B)

Perkalian Biner
› Perkalian meliputi pembentukan produk produk parsial dan untuk memperoleh hasil akhir dengan menjumlahkan produk produk parsial
› Definisi produk parsial adalah multiplier bit sama dengan 0 , maka produk parsialnya adalah 0 ,bila multiplier bit sama dengan satu maka produk parsial sama dengan multplikan
› Terjadi penggeseran produk parsial satu bit ke kiri dari produk parsial sebelumnya
› Perkalian dua buah integer n-bit akan menghasilkan bentuk produk yang panjangnya sampai dengan 2n-bit
Heuristic Methode


            

Pembagian Biner
Pembagian pada unsigned binary sama halnya seperti pada sistem pembagian di desimal
Istilah dalam pembagian ?
Devidend adalah bilangan yang dibagi
Divisor adalah bilangan pembagi
Quotient adalah hasil pembagian
Remainders adalah sisa pembagian ,
Partial remainders adalah sisa pembagian parsial.


NAMA : Aji Saputra
Kelas : TK20A
NPM : 20316013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinkronisasi pada sistem operasi

Nama : Aji Saputra Kelas : TK 20 A Npm : 20316013 2.1PENGERTIAN SINKRONISASI  Sinkronisasi merupakan suatu proses pengaturan jalannya beberapa proses pada waktu yang bersamaan untuk menyamakan waktu dan data supaya tidak terjadi inconsitensi (ketidak konsistenan) data akibat adanya akses data secara konkuren agar hasilnya bagus dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Disini sinkronisasi diperlukan agar data tersebut tetap konsisten.  Shared memory merupakan solusi ke masalah bounded-butter yang mengijinkan paling banyak n-1 materi dalam buffer pada waktu yang sama. Suatu solusi, jika semua N buffer digunakan tidaklah sederhana. Dimisalkan kita memodifikasi producer-consumer code dengan menambahkan suatu variable counter, dimulai dari 0 dan masing-masing waktu tambahan dari suatu item baru diberikan kepada buffer. Sinkronisasi merupakan “issue” penting dalam rancangan/implementasi OS (shared resources, data, dan multitasking). 2.2 TUJUAN SINKRONISASI  Tujuan dari sinkronisa...

Perkenalan diri

 Assalamualaikum,perkenalkan nama saya aji Saputra dari fakultas teknik dan ilmu komputer prodi teknik komputer. Saya tinggal di marga kencana tulang bawang bawang udik. Saya alumni SMAN 02 TULANG BAWANG UDIK sekian perkenalan dari saya kurang lebih mohon maaf wassalamu'alaikum wr.wb. Penerapan teknologi informasi berbagai bidang 1. Bidang kehidupan       Teknologi informasi adalah teknologi     yang berfungsi untuk membantu baik perorangan atau suatu grup dalam membuat, mengubah,menyimpan,menyampaikan informasi,dan menyebarkan informasi. 2. Bidang telekomunikasi       Dalam hal ini jika dulunya seseorang berkomunikasi dari mulut ke mulut, yang kadang membuat informasi yang disampaikan dari orang ke orang bisa berbeda beda.kini, kamu sudah bisa menggunakan berbagai macam teknologi. Saat seseorang  mulai mengenal surat menyurat, informasi yang didapat mungkin akurat akan tetapi membutuhkan waktu yang lama dalam penyampaian nya. 3. Bi...